BORNEONEWS, Buntok – Kenaikan tarif dasar listrik (TDL) khususnya daya 900 VA ternyata memiicu inflasi di kota Buntok, Kabupaten Barito Selatan.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) hingga akhir April 2017 ini di Barito Selatan mengalami inflasi 0,21 persen.
Kepala BPS Barito Selatan, Eddy Surahman mengatakan kondisi ini mengalami kenaikan indek harga dari 125, 23 pada Maret 2017 yang lalu menjadi 125,49 di April 2017. Laju inflasi tahun kalender 2017 tercatat 1,73 persen dengan laju inflasi tahun ke tahun sebesar 4,28 persen.
“Inflasi ini selain kenaikan TDL 900 VA juga dipengaruhi oleh meningkatnya indeks harga pada kelompok pengeluaran. “Seperti perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar, 1,16 persen, sandang 0,50 persen serta transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,22 persen,” kata Eddy, Kamis (4/5/2017).
Sementara itu untuk indeks harga kelompok pengeluaran bahan makanan mengalami penurunan sebesar 0,66 persen. Untuk Buntok sendiri masih belum menjadi kota indeks harga konsumen atau indikator inflasi.
Untuk Kalteng hanya Kota Palangka Raya dan Sampit yang menjadi kota indikator inflasi. “Untuk kita indikator inflasinya masih mengikuti kota terdekat yakni Palangka Raya,” jelasnya. (URIUTU DJAPER/B-6)








