BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Bagi penggemar petualangan yang ekstrim, ada suatu lokasi yang bisa menjadi alternatif untuk memuaskan dahaga adrenalin tersebut. Tempat tersebut adalah Bukit Bolau yang berlokasi di Kelurahan Tapin Bini, Kecamatan Lamandau, Kabupaten Lamandau.
Meski hanya sebuah bukit dengan ketinggian sekitar 600 meter, namun untuk mencapai puncak bukit tidaklah semudah yang dibayangkan. Pasalnya elevasi atau sudut kemiringan trek pendakian yang berkisar antara 60 hingga 70 derajat untuk mencapai puncak bukit ini, dijamin bakal membuat tenaga dan stamina bakal terkuras.
Untuk membuktikan seberapa beratnya bukit tersebut untuk ditaklukkan 22 orang anggota rombongan survei wisata dari Swisscontact yaitu Non Goverment Organization (NGO) yang bergerak dibidang pariwisata dan para pelaku industri wisata yang berdomisili di Pangkalan Bun melakukan pendakian bukit tersebut dalam dua kali trip pendakian yaitu Selasa (2/4/2017) dan Rabu (3/4/2017).
"Saya senjaga ikut rombongan pertama agar bisa merasakan bermalam dipuncak bukit. Selain itu saya penasaran dengan trek pendakiannya yang katanya cukup curam," ujar Bayu salah seorang pemandu wisata asal Pangkalan Bun yang turut dalam rombongan tersebut.
Ia bersama 14 orang yang tergabung dalam rombongan pertama pendaki yang terdiri dari pelajar lokal dan surveyor potensi wisata dari Pangkalan Bun mulai bergerak pukul 15.00 WIB. Menggunakan perahu kelotok, para pendaki menyeberangi Sungai Lamandau yang berarus deras menuju seberang sungai.
Dari lokasi tersebut, para pendaki kemudian berjalan kaki sekitar 2 km menyusuri hutan menuju pos persingahan yang berada disebuah ladang di kaki bukit milik Ambu (72) guide senior yang telah lama mendampingi turis bila berniat mendaki bukit Bolau.
"Trek menuju pos di ladang milik Pak Ambu, masih landai. Namun jarak tempuhnya lumayan jauh masuk kedalam hutan. Tapi disisi kiri dan kanan jalan setapak menuju pos tersebut dipenuhi pepohonan rindang dan indah, rasanya perjalan menuju pos tersebut cukup mengasyikkan," ujarnya.
Sekitar setengah jam perjalanan, rombongan beristirahat sejenak, mempersiapkan perbekalan kemudian, sekitar pukul 15.45 WIB beranjak melakukan pendakian. (WAHYU KRIDA/B-8)








