BORNEONEWS, Sampit - Pada April 2017, Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengalami inflasi sebesar 0,12 %. Salah satu penyumbang terbesar atas inflasi tersebut adalah adanya kenaikan tarif listrik.
"Untuk di Kota Sampit alami inflasi sebesar 0,12 %, dengan kenaikan indeks harga konsumen (IHK) dari 129,67 di Maret 2017 menjadi 129,87 pada April 2017 ini," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kotim Muhammad Guntur.
Inflasi sebesar itu, dipengaruhi oleh kenaikan indeks haega pada kelompok pengeluaran perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar, dengan besaran 0,99 %. Kemudian transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,27%. Makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,16 %. Diikuti kesehatan 0,04 %.
Sedangkan ada juga yang terjadi penurunan indeks harga yakni pada kelompok pengeluaran bahan makanan 0,52 %, sandang 0,16 %, serta pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,04 %. "Faktor tersebutlah yang membuat daerah ini mengalami inflasi," terang Guntur.
Sementara untuk inflasi bulanan, laju inflasi tahun kalender di Kota Sampit sebesar 2,24 % atau lebih tinggi dibandingkan Kota Palangkaraya yang hanya 1,73 %. Hal ini juga terlihat pada lebih tingginya tingkat inflasi tahun ke tahun yang mencapai 5,32 %.
Terjadinya hal tersebut karena dipengaruhi oleh kenaikan indeks harga kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 7,28 %. Transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan 6,74 %. Bahan makanan 5,89 %. Serta perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 5,37 %. Sedangkan, untuk kenaikan indeks harga kelompok pengeluaran lainnya masing-masing di bawah 4,00 %. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)








