BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Belakangan makin banyak berseliweran berita hoax yang bertujuan untuk menyudutkan pihak-pihak tertentu demi memberikan keuntungan bagi kelompok tertentu.

Industri kelapa sawit yang kini dikuasai Indonesia dan Malaysia tak luput dari serbuan berita palsu tersebut. Yang menyedihkan adalah, berita yang tak berdasarkan fakta dan data ilmiah itu justru disebarkan oleh lembaga-lembaga yang seharusnya menyajikan fakta sebenarnya, seperti lembaga penelitian, kata Prof Datuk Dr Ahmad Ibrahim dari Academy of Sciences Malaysia UCSI University belum lama ini.

Tujuan penyebaran fakta palsu yang banyak disebarkan oleh media dan lembaga di Barat tersebut, kata Ahmad Ibrahim, adalah untuk 'meredam' kemajuan yang dicapai industri sawit di kawasan Asia Tenggara. Di sini, faktor ekonomi paling kuat mendasari serangan terhadap industri sawit.

Untuk diketahui, minyak nabati dunia kini dikuasai oleh minyak sawit asal Indonesia dan Malaysia. Kedua negara penghasil minyak sawit terbesar dunia ini bahkan memasok sekitar 80% kebutuhan minyak sawit global. Sedangkan untuk perdagangan minyak nabati dunia, minyak sawit menyumbang lebih dari 30 persen.

Minyak sawit tak hanya menjadi komoditas penghasil devisa besar, tapi juga sebagai salah satu instrumen yang mampu mengentaskan kemiskinan.

Fakta itu jelas menjadi semacam pukulan bagi industri minyak nabati di Amerika dan Eropa, yang mengandalkan minyak kedelai, minyak bunga matahari dan rapeseed. Ada banyak isu yang diembuskan terkait industri sawit, mulai dari deforestasi, kerusakan lingkungan, praktik tak berkelanjutan, hak asasi manusia, dan aspek kesehatan.

Menurut Ahmad Ibrahim, pada awal-awal tahun sejak minyak sawit memasuki persaingan global, banyak berita palsu yang menyebar, seperti terkait dengan nutrisi dan senyawa kimia yang dituding sebagai pemicu kanker dan penyakit jantung.

Padahal, dalam sejumlah penelitian yang notabene juga dilakukan di negara Barat, minyak sawit justru memiliki kandungan nutrisi jauh lebih baik ketimbang minyak nabati lain. Dan yang terpenting, minyak sawit ternyata juga dapat mengatasi berbagai masalah kesehatan, seperti kekurangan gizi, kekurangan vitamin, selain memiliki senyawa sebagai anti-oksidan. (NEDELYA RAMADHANI/m)