BORNEONEWS, Sampit - Adanya sejumlah kader yang keluar dari Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Kotawaringin, dinilai tidak berpengaruh terhadap partai berlambang pohon beringin tersebut.

"Kader yang keluar tidak berpengaruh, yang keluar kader yang bisa dibilang sudah kedaluwarsa. Ada yang keluar namun banyak kader potensial yang masuk," kata Ketua DPD Golkar Kotim Supriadi, Kamis (4/5/2017).

Supriadi menambahkan, Golkar Kotim di pemilihan legislatif (Pileg) 2019 menargetkan 12 kursi di DPRD.

"Kami bisa meyakinkan masyarakat karena Golkar memiliki kader potensial dan mengakar. Siapapun yang memimpinnya, meski kita sempat terpecah namun kini sudah lebih baik," ucap Supriadi.

Dia menambahkan, siapapun pengurus Golkar tidak masalah, asal mampu menghadapi jika ada guncangan seperti apapun. Karena mereka bisa meyakinkan kader melalui konsolidasi di seluruh tingkatan. 

"Saat ini kita sudah punya enam kursi. Tugasnya secara politik bagaimana melakukan pembinaan di daerah pemilihan mereka masing-masing. Melalui mekanisme yang ada selesaikan persoalan di daerah masing-masing. Ke depan nantinya akan ada desa binaan," tukasnya.

Desa binaan menurut Supriadi sebenarnya sudah dilakukan, salah satunya di wilayah Desa Ramban, Kecamatan Mentaya Hilir Utara. (NACO/B-11)