BORNEONEWS, Kasongan - Perajin tikar purun di Kasongan Kabupaten Katingan saat ini semakin langka. Saat ini hanya tersisa sedikit yang menggeluti kerajinan anyaman dari tanaman purun itu.
Salah satunya adalah Tini warga Jalan Kelut Rt 13 Kelurahan Kasongan Lama Kecamatan Katingan Hilir.
"Sebenarnya tanaman purun di Kasongan banyak ditemui, Saya mencari purun ini untuk tikar pesanan orang dari Kereng Pangi," sebut Tini, Kamis (4/5/2017).
Menurut ibu empat anak ini, tikar buatannya itu bermacam ukuran. Dari yang kecil, sedang hingga yang panjang mencapai 5 meter.
"Yang pesanan ini ukurannya 2 X 3 meter," tutur Tini.
Tini mengaku menganyam tikar purun ini sudah digelutinya sejak 10 tahun silam. Selain tikar, Tini mengaku juga bisa membuat kerajinan lain dari bahan baku tanaman purun ini, seperti tas dan topi.
"Kalau yang ukurannya 3 X 3 meter kita jual Rp150 ribu, yang lebih lebar dan panjang lebih mahal lagi, ya tergantung ukurannya," sebutnya.
Tini menambahkan, lima enam tahun lalu perajin tanaman purun ini di Kasongan dan sekitarnya masih banyak. Namun, kata dia sejak tiga tahun terakhir warga yang membuat tikar purun ini jumlahnya semakin sedikit.
Kerajinan tikar buatannya itu selalu terjual. Jika tidak laku di rumahnya, tikar yang ada dititipkan di salah satu toko di Pasar Kasongan.
"Sebenarnya masih banyak warga yang cari tikar purun ini, tapi sekarang perajinnya berkurang dari tahun-tahun lalu," imbuhnya. (ABDUL GOFUR/B-11)








