BORNEONEWS Palangka Raya – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Fatayat Nahdlatul Ulama (Fatayat NU), di Ballroom Swissbell Hotel Palangka Raya, Kamis (4/5/2017) malam.

Ia meminta organisasi perempuan  di tubuh NU ini menjaga pendidikan anak serta membangun kesejahtaraan demi Indonesia. Membangun manusia harus dengan menanamkan budi pekerti atau akhlaq serta membangun wawasan ke-Indonesiaan yang telah menjadi konsensus bangsa di tengah serangan aliran-aliran radikaisme yang masuk negeri ini.

“Anak yang harus kita didik betul-betul, karena mereka penjaga garda terdepan bangsa ini, dan saya titipkan kepada Fatayat yang telah memliki 2.000 pengurus anak cabang dan tersebar di 21 ribu kepengurusan tingkat desa,” ujarnya.

Puan memberi apresiasi terhadap Rakernas Fatayat NU dan menilai kegiatan ini tepat diselenggarakan di tengah berbagai persoalan bangsa terutama kemerosotan akhlaq yang terjadi di Indonesia. Tokoh agama dan tokoh perempuan harus berperan aktif.

Selain itu Puan juga menegaskan akhlak negara ada di tangan perempuan sebagai indikator. Ia adalah guru pertama bagi anak-anak danpenjaga maruah keluarga. “Ada ungkapan jika perempuan baik maka baiklah negara ini dan sebaliknya,” tandasnya.

Sementara itu Ketua Umum Pimpinan Fatayat NU, Anggia Ermarini menandaskan pihaknya telah memberikan sumbangsih selama 67 sesuai usia Fatayat saat ini, terutama pendidikan kepada masyarakat khususnya bidang pendidikan, kesehatan, serta pendampingan keluarga.

“Isu-isu pemberdayaan perempuan, pendidikan, dan kesehatan adalah sebagai kontribusi Fatayat kepada masyarakat dan bangsa ini. Pendampingan terhadap kekerasan kepada anak, serta edukasi terhadap serangan radikalisme yang menggejala saat ini,” terang dia. (ROZIQIN/B-6)