BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Aksi corat coret baju seragam dan fasilitas dinding Stadion Sampuraga Baru oleh beberapa anak siswa SMA membuat Pejabat Bupati Kotawaringin Barat, Nurul Edy kecewa.

Sebab sudah jauh-jauh hari sebelum pengumuman kelulusan, dia meminta dinas pendidikan untuk mencegah aksi itu jangan sampai terjadi.

"Secara pribadi kecewa, apalagi ada beberapa anak berprestasi yang melakukan aksi corat coret baju, harusnya menjadi cerminan baik buat adik-adik kelasnya," ujarnya.

Da juga menyayangkan sikap sekolah yang kurang mengawasi anak didiknya. "Imbauan saja tidak cukup, pihak sekolah harus lebih mengedepankan pengawasan secara langsung dan memastikan usai kelulusan itu anak-anak ada pertemuan atau konvoi sampai coret-coret segala itu," katanya.

Manurut sumber di SMA Negeri 3 Pangkalan Bun, pelakunya ada beberapa yang ternyata berprestasi. bukan hanya corat coret tembok, tapi mereka yang ikut-ikutan mencorat coret baju seragam.

"Dari SMA 3 saja ada 30 orang kurang lebihnya, belum dari sekolah lain. Karena mereka bergabung di sampuraga merayakan kelulusan," kata sumber.

"Saya tanya siswa yang ikut ke sana dan dia ngaku nyemprot tiang menggunakan cat pilox, tapi hanya satu tiang. Untuk corat coret dinding itu siswa sekolah lain," kata salah satu guru di SMA 3.

Kepala SMA 3, Sunarsih juga mengakui bagi siswa kelas 12 yang lulus Selasa lalu harus menggunakan seragam putih abu untuk mengambil surat keterangan lulus.

"Sanksi yang kami berikan untuk siswa yang ikut ikutan vandalismae, kami tegaskan harus menggunakan seragam putih abu untuk mengambil surat keterangan lulus dari sekolah. Surat itu dipakai untuk pendaftaran ke perguruan tinggi," katanya. (CECEP HERDI/B-6)