BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pelaku perusakan dinding dan tiang stadion Sampuraga Baru, Kabupaten Kotawaringin Barat mulai diketahui.
Menurut Bagian Kesiswaan di SMA Negeri 3 Pangkalan Bun, Fatmawati, pelaku yang berasal dari sekolah tersebut ada lima orang. Namun mereka mengaku hanya menyemprot satu tiang saja. Itu pun sudah kembali dibersihkan.
"Ada lima pelakunya. Setelah ramai di facebook, melalui group whatsapp, kan ada groupnya tuh di tiap kelas, kami perintahkan mereka segera bertanggung jawab mengecat ulang tiang yang disemprot itu," kata dia.
Kedatangan Borneonews ke SMAN 3 Pangkalan Bun disambut baik oleh kepala sekolah dan dua guru yang saat itu memberikan keterangan di ruang kepala sekolah. Hanya saja, pihak sekolah tidak mengizinkan Borneonews menemui para pelaku. "Jangan mas, kasihan anak-anak," ujar Kepala Sekolah SMA 3 Pangkalan Bun, Sunarsih.
Berdasarkan pemeriksaan Fatmawati, siswa tersebut merusak fasilitas umum karena frustasi tidak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi karena keterbatasan biaya.
"Anak-anak kami brutal over akting karena berada dalam kondisi ekonomi dan psikis tidak mampu melanjutkan kuliah. Mereka mengaku kecewa dan frustasi melihat teman-temannya akan meneruskan kuliah," katanya kembali menceritakan apa yang diterangkan siswa kepadanya.
Menurutnya, ada juga beberapa yang melakukan aksi vandalisme itu merupakan siswa berprestasi. Namun itu tadi, dengan alasan faktor ekonomi yang tidak mendukung untuk melanjutkan ke bangku kuliah, mereka nekad mencorat coret baju dengan cat dan beberapa menyemprotkannya fasilitas umum milik negara.
"Untuk sanksinya sendiri kami tidak bisa menahan ijazah siswa pelaku ini," katanya. (CECEP HERDI/B-2)








