BORNEONEWS Pangkalan Bun - Ada yang menarik dicerikana oleh warga Pangkalan Bun, Budi Surakhmat saat ia melintas di jalan Pangkalan Bun - Kotawaringin Lama (Kolam).
Sekitar kilometer 20 ke atas, ada smpat titik jalan yang tergenang banjir. Saat itu ia melintas sekitar pukul 09.00 WIB. Titik pertama jalan yang kebanjiran hampir setengah meter itu, panyak pengendara yang terjebak dan kesulitan saat melintas. Tak ayal, beberapa kendaraan roda dua dan empat antre satu-satu melintasi jalan yang digenangi air dari luapan sungai Lamandau.
"Indonesia belum merdekaaa, Indonesia belum merdekaaa," ucap Budi Surakhmat menirukan teriakan salah satu sopir travel yang berjuang melintas aliran air di jalan Pangkalan Bun Kolam, Jumat (5/5/2017).
Ia mengatakan saat itu dirinya tengah mengantar istrinya dari Pangkalan Bun ke Kecamatan Kolam untuk suatu kepentingan. Sontak teriakan yang ia dengar dari salah satu sopir travel itu membuat hatinya miris. "Indonesia yang sudah berpuluh-puluh tahun merdeka, masyarakatnya masih saja berjuang melawan infrastruktur yang menghawatirkan."
Ia berharap pemerintah Kobar memprioritaskan pembangunan jalan Pangkalan Bun Kolam. "Kotawaringin Lama ini sudah 400 tahun berdiri, asal-usul kabupaten Kobar tidak lepas dari kecamatan tertua ini. Usianya hampir sama dengan kota metropolitan Jakarta. Tapi pembangunan dan infrastrukturnya sangat menyedihkan. Semoga pemerintah secepatnya memberikan pelayanan dan pembangunan yang baik bagi warganya," kata dia.
Ia berharap jalan Pangkalan Bun Kolam yang tidak hanya dilewati oleh masyarakat umum saja tapi oleh para pegawai negeri sipil dan aparat ini segera mulus. Tidak ada titik jalan lagi yang menyulitkan pengendara. "Sering kita ngobrol sama pengendara lain saat menunggu antrean melintas. Mereka ada yang dari Lamandau, Sukamara, bahkan dari Provinsi Kalimantan Barat. Artinya jalan ini sudah menjadi andalan," ucapnya.
"Semoga pemerintah bekerja keras menciptakan pembangunan jalan itu semakin baik lagi," harapnya. (CECEP HERDI/B-8)








