BORNEONEWS, Palangka Raya – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrowi menegaskan penguatan organisasi menjadi fokus garap Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang dipimpinnya. Sokongan dana juga terus diberikan asalkan memenuhi dua syarat.

"Dua syarat itu adalah pertama, organisasi harus membuat kompetisi olahraga dan kedua, harus dites narkoba dan lolos dari itu (candu). Kalau dua syarat itu dipenuhi, pasti akan kami dukung. Apalagi sifatnya harus skala nasional," kata Menpora Imam Nahrawi di sela-sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) di Palangka Raya, Jumat (5/5/2017).

Cak Imam, begitu menteri asal PKB itu diundang memberikan materi dalam Rakernas Fatayat tersebut. Mengenai keorganisasian Fatayat, ia ingin agar organisasi perempuan yang sudah berumur 67 tahun ini bisa dan harus menjadi garda terdepan dalam pembentukan karakter perempuan Indonesia. Khususnya dalam bidang organisasi.

Dalam kesempatan tersebut, Imam Nahrawi juga menantang Fatayat NU membentuk Pekan Olahraga Fatayat NU. Tujuannya, supaya pemuda kalau disibukkan dengan kegiatan positif, akan melupakan gerakan radilalisme yang saat ini mengemuka.

"Radikalisme dan intoleransi saat ini jadi isu yang kita bahas. Peran perempuan dalam organisasi sangat penting. Fatayat punya tangggung jawab dan kewajiban untuk menangkal itu," katanya. (ROZIQIN/N).