BORNEONEWS, Palangka Raya – Menteri Kordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Agil Siradj, menyampaikan pesan agar masyarakat bersatu padu mengikis paham radikalisme di Indonesia.
“Mari kita jaga keutuhan negara kita Indonesia, kita sudah berkonsensus maka pengang teguhlah Pancasila sebagai dasar negara agar tidak mudah ditarik-tarik ke aliran-aliran yang tidak ingin Pancasila,” ujar Puan saat menyampaikan sambutan pada Rakernas Fatayat NU yang berlangsung di Palangka Raya, Kamis hingga Sabtu (4-6/5/2017).
Sedangkan Said Agil Siradj tegas mengatakan tidak pernah Rosulullah Muhammad Saw membentuk atau mendeklarasikan negara Islam atau Darul Islam. Tetapi yang dideklarasikan adalah negara damai dan sejahtera atau Darul Salam. Buktinya, Muhammad Saw meneguhkan Islam sebagai konsep Madinah yang dikenal dengan Piagam Madinah.
“Islam yang kaffah adalah Islam Madinah. Islam bukan yang radikal. Jangan dibalik-balik. Muhammad mengenalkan sistem muwatonah atau citizenship, sehingga berprinsip kewarganegaraan, bukan keagamaan,” tegas Kyai Said.
“Negara yang penduduknya berkeadilan dan sejahtera, itulah Madinah, berakhlak, berakal, berbudi luhur, dan sejahtera untuk semua penduduk di dalamnya. Jadi Muhammad tidak pernah mendeklarasikan negara agama (Islam) dan negara Suku (Arab)," ulas dia lebih lanjut.
Ia mengingatkan, konsep agama adalah agar memanusiakan manusia. Sehingga ketika ada negara yang selalu saja konflik antarmanusia, artinya manusia di dalamnya tidak mengenal agama. Sebab sejatinya manusia dalam al Quran adalah disebut an-naas atau insan yang berarti harmoni.
Ia menuturkan, konsep NU dalam ber-Islam adalah memegang teguh prinsip tawasuth (moderat) dan tasamuh (toleran). Tidak akan terwujud sikap moderat jika masyarakat tidak berbekal pengetahuan. Dan tidak akan terwujud sikap toleran jika tidak menggunakan ijma’ dan qiyas.
“Kalau ada manusia konflik terus, itu bukan lagi insan (sebab pada dasarnya insan adalah harmoni, saling kangen dan rindu),” tukasnya. (ROZIQIN/B-3)








