BORNEONEWS, Palangka Raya – Menteri KOordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani memiliki cara untuk menggerakkan rakyat Indonesia melek wawasan kebangsaan, cinta tanah air, juga cinta agama. Namun tidak menjadikan pribadi masyarakat terbius ke arah kekerasan atau radikalisme dalam menjalankan agamanya. Apa itu?
Ada dua hal menurut cucu Proklamator Indonesia dan Presiden Pertama RI Soekarno tersebut. Pertama, sekolah berbasis pendidikan agama harus ditambah kurikulum atau materi wawasan kebangsaan, Pancasila, dan Bhinneka Tunggal Ika. Begitupun sebaliknya bagi sekolah berbasis pendidikan umum, harus ditambah dengan pengetahuan agama agar moralnya terjaga.
Jadi, urai Puan, harus diseimbangkan antara pengetahuan kebangsaan dan keagamaan. Kalau di Sekolah umum, harus ditambah pendidikan agama agar moral, budi pekerti atau akhlak terjaga dengan baik. Sedangkan di sekolah berbasis agama atau di pesantren agar dibekali dengan pengetahuan umum, kewarganegaraan dan Pancasila.
“Ini karena kita pegang teguh konsensus berdirinya negara berazas Pancaslia. Dengan dua cara itu, generasi kita tidak mudah ditarik-tarik ke aliran aliran yang tidak ingin Pancasila,” kata Menteri Puan Maharani saat Rekernas Fatayat NU di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (5/5/2017).
Dalam Rakernas Fatayat yang berlangsung Kamis-Sabtu (6/5/2017) itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Agil Siradj, juga menyampaikan pesan agar masyarakat bersatu padu mengikis paham radikalisme di Indonesia.
Said Agil Siradj tegas mengatakan tidak pernah Rosulullah Muhammad SAW membentuk atau mendeklarasikan negara Islam atau Darul Islam. Tetapi yang dideklarasikan, negara damai dan sejahtera atau Darul Salam. Buktinya, Nabi Muhammad meneguhkan Islam sebagai konsep Madinah yang dikenal dengan Piagam Madinah.
“Islam yang kaffah adalah Islam Madinah. Islam bukan yang radikal. Jangan dibalik-balik. Muhammad mengenalkan sistem muwatonah atau citizenship, sehingga berprinsip kewarganegaraan, bukan keagamaan,” tegas Kyai Said.(ROZIQIN/N).








