BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Ada sesuatu yang unik terlihat berkendara di Jalan Lintas Kalimantan dan melintas di Desa Riam Panahan Kecamatan Delang kabupaten Lamandau. Sebab di desa tersebut terlihat banyak ibu-ibu menggunakan topi besar mirip Topi Sombrero dari Mexico, sambil mengendong anaknya yang masih bayi.
Bagian atas Topi tersebut terlihat seperti tampah. Dibawahnya terdapat tempat untuk meletakkannya ke kepala yang berhias motif khas dayak. Penasaran wartawan Borneonews kemudian mendekati seorang ibu yang asyik menimang bayinya dihalaman rumah untuk menanyakan kenapa banyak perempuan menggunakan topi tersebut.
Sambil tertawa, perempuan beranak dua bernama Martha (37) tersebut menjelaskan kenapa ia memakai topi tersebut saat berada di halaman rumah. "Topi ini bernama Tangguy. Menurut istiadat suku Dayak Tomun, topi ini wajib digunakan saat membawa anak keluar rumah. Penggunaan topi ini agar bayi tidak kena matahari segara langsung," ujar Martha sambil menggendong Fadila anak perempuannya yang berusia tiga bulan.
Oleh karena itu, lanjutnya, menurut istiadat tersebut, bila bayi terkena matahari secara langsung lantaran saat digendong keluar rumah tidak menggunakan Tangguy, maka bayi tersebut bisa sakit-sakitan.
"Namun tidak selamanya topi ini digunakan. Topi ini memang suda dirancang agar menempel ketat disekeliling kepala. Walaupun dipakai saat megendarai sepeda motor, topi ini tidak mudah lepas. Tetapi suatu saat, topi ini bisa lepas sendiri tanpa sengaja. Nah itulah pertanda bayi sudah kuat dan topi ini tidak perlu digunakan lagi saat menggendongnya keluar rumah," jelansya. (WAHYU KRIDA/B-8)








