BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Keaslian hutan dan alam yang berada di beberapa desa yang memiliki potensi wisata di Kabupaten Lamandau, seperti Desa Lopus dan Kelurahan Tapin Bini, tentunya sangat menarik bila diabadikan dalam lensa kamera.

Menurut Bayu salah seorang pelaku wisata dari Pangkalan Bun yang mengikuti survei wisata Lamandau bersama Swisscontact awal Mei ini, penggemar fotografi landscape dan human interest memiliki banyak alternatif objek foto yang bakal diambil saaat bertualang ke desa desa tersebut.

"Contohnya upacara adat penyambutan tamu, hutan yang masih asli dan jeram disungai berarus deras, terlihat menarik bila diabadikan dalam lensa kamera," ujarnya.

Memang, menurutnya ada beberapa objek foto yang memerlukan perjuangan ekstra untuk mendapatkanya.

"Contohnya bila ingin mendapatkan foto bentang alam berbukit yang tertutup kabut, sehingga mirip nuansa negeri diatas awan tentunya harus berjuang terebih dahulu untuk mendaki bukit yang memiliki sudut kemiringan yang curam seperti Bukit Bolau," jelasnya.

tetapi, lanjutnya, bagi penggemar fotografi yang merasa tidaki cukup kuat untuk mendaki bukit yang menguras tenaga dan stamina tersebut, bisa hunting foto disekitar desa.

"Contohnya di keluraha tapin Bini terdapat rumah betang yang usianya cukup tua. Kegiatan keseharian masyarakat di pinggir Sungai Lamandau juga menarik untuk di potret. Pokoknya banyak alternatif objek foto yang meraik," ujarnya. (WAHYU KRIDA/B-8)