BORNEONEWS, Palangka Raya - Usianya tak lagi muda. Kakek kelahiran tahun 1931 ini tidak ingat persis tanggal lahirnya, ia hanya tahu tahun lahirnya. Bahkan saat ditanyai umur persisnya ia hanya menyebut tahun lahirnya dan mengatakan, "Berarti sudah 80 lebih ya". Ya, jika dihitung-hitung usia Yasir sudah mencapai 86 tahun di tahun 2017 ini.

"Iya masih kerja, berkebun daripada diam saja di rumah lebih baik mengisi waktu untuk berkebun. Lumayan hasil kebunnya untuk dijual," kata Yasir kepada Borneonews, Sabtu (6/5/2017).

Saat ditemui Borneonews, Yasir sedang berjalan pada salah satu komplek perumahan di bilangan Kereng Bangkirai pada Sabtu (6/5/2017) pagi. Dengan mendorong gerobak sorong, Yasir berjalan kaki membawa beberapa bungkus sayuran Gambas di area perumahan. Panas matahari cukup menyengat meskipun hari masih pagi.

Namun Yasir seakan tak peduli pada sengatan matahari. Menurut Bapak tiga anak ini matahari pagi ini hanya sekadar matahari pagi yang tak perlu dihindari. "Kalau pagi begini kan waktunya orang nyayur, siapa tahu ada yang mau beli gambas untuk jadi lauk pagi ini," kata Yasir masih tetap tak mau diajak berteduh sembari dibincangi.

Menurut Yaris ia menjual gambas yang merupakan hasil kebunnya sendiri di daerah Panenga Raya bukan dengan beban. Lagipula, gambas yang dijual ini menurutnya hanyalah sisa dari yang sudah dijual kepada tengkulak. "Iya nanamnya memang cuma satu jenis sayuran, biar fokus perawatannya jadi khusus nanam gambas saja. Bukan anak saya nyuruh kerja, saya memag petani dari dulu, dari mulai jadi transmigrasi ke Kalteng jadi sudah biasa. Nggak apa-apa sudah tua asal sehat, bisa tetap berkebun dan jual sendiri," tambahnya sambil tersenyum mempertontonkan giginya yang sudah mulai berkurang. (TESTI PRISCILLA/B-8)