BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sebanyak 134 orang lulusan SMA/SMK ikut rangkaian seleksi calon karyawan PT Surya Borneo Indah (SBI) yang dipusatkan di Aula Kantor Bappeda Kabupaten Kotawaringin Barat, Sabtu (6/5/2017).
General Menejer (GM) Downstream PT SBI, Sumali menyebutkan, selain lulusan SMA/SMK, grup Citra Borneo Indah (CBI) itu juga menjaring sejumlah lulusan DIII dan S1. Meski jumlahnya jauh lebih kecil dibanding lulusan setingkat SMA. "Hari ini mereka menjalani psikotes, lulusan SMA/SMK dan sarjana digabung," ujarnya kepada Borneonews.
Setelah dinyatakan lulus, kata Sumali, sepuluh hari kerja setelah psikotes, peserta yang dinyatakan lulus akan dipanggil lagi untuk menjalani tes wawancara. Selanjutnya, hasil penyaringan dari dua tes tersebut PT SBI akan melakukan training (latihan kerja). "Yang berhasil lolos nanti akan kami undang lagi. Yang tidak dapat undangan tes wawancara berarti gagal," ucapnya.
Dari peserta yang mengikuti tes, ujar Sumali, pihaknya memperkirakan akan menyisakan sekitar 50-60 orang, menyesuaikan kompetensi masing-masing peserta, sementara kerkurangnya akan dijaring melalui roadshow. "Mengisi kekosongan, kami berencana mengadakan road show ke kampus-kampus yang ada di Jakarta, Padang dan Medan," kata Sumali merincikan.
Peserta seleksi yang hadir, sebut dia, masih jauh dari yang telah PT SBI targetkan. Tahap pertama, pihaknya akan menjaring sekitar 250-300 karyawan untuk berbagai posisi. "Sambil melakukan evaluasi, kami akan kembali merekrut karyawan karena jumlah yang ada belum mencukupi dengan kebutuuhan kami," katanya.
Terkait kebutuhan sumber daya manusia, industri pengolahan produk turunan pohon kelapa sawit itu memerlukan sekitar 500 hingga 750 orang. Karena instalansi di PT SBI jauh lebih canggih, pihaknya aakn benar-benar melakukan seleksi kepada calon karyawan yang memiliki kompetensi dibidangnya.
Dari pantauan Borneonews, tampak sejumlah lulusan SMA/SMK dan alumni DIII serta S1 antusias mengerjakan soal psikotes yang dibagiankan dan dibimbing oleh panitia seleksi. Karena memerlukan kecepatan dan konsentrasi, hampir mustahil mereka saling mencontek.
"Kalau ada peserta psikotes yang nekat mencontek, langsung kami coret. Bagi kami kejujuran dan integritas nomor satu," pungkasnya.(FAHRUDDIN FITRIYA/B-8).








