BORNEONEWS, Pangkalan Bun - US International Trade Commission (ITC) menguatkan tudingan dumping terhadap biodiesel asal Indonesia dan Argentina yang di pasar Amerika Serikat.

Keputusan itu didasarkan pada hasil pemungutan suara yang dilakukan panel perdagangan internasional AS itu pada akhir pekan ini.

Penegasan terhadap tuduhan dumping itu menindaklanjuti penyelidikan oleh Departemen Perdagangan AS atas dugaan dumping dan subsidi untuk bahan bakar biodiesel asal Argentina dan Indonesia pada April lalu. Dengan hasil tersebut, maka ada potensi produk biodiesel dari kedua negara itu akan dikenai tambahan bea masuk oleh otoritas AS, demikian laporan dari Reuters.

Sebelumnya, Departemen Perdagangan AS menerima keluhan dari produsen biodiesel AS yang mengklaim bahwa biodiesel dari Argentina dan Indonesia yang masuk ke pasar AS ditawarkan dengan harga di bawah biaya produksi, sehingga menciptakan persaingan tak sehat di pasar.

Langkah selanjutnya yang akan diambil Departemen Perdagangan AS setelah keputusan ITC itu adalah mengkaji apakah akan menerapkan bea masuk anti-dumping dan anti-subsidi terhadap biodiesel dari kedua negara tersebut.

Impor biodiesel berbasis minyak kedelai dari Argentina dan biodiesel berbasis minyak sawit dari Indonesia melonjak 464% dari 2014 hingga 2016.

Adapun impor biodiesel AS pada 2016 mencetak rekor sebesar 916 juta galon (3,5 miliar liter).

Argentina menyumbang sekitar dua pertiga dari angka impor biodiesel AS itu, diikuti oleh Indonesia dan Kanada.  (NEDELYA RAMADHANI/m)