BORNEONEWS, Palangka Raya - Panas matahari pagi tak digubris Yasir (86), seorang petani Gambas di kawasan Panenga Raya, Kota Palangka Raya. Dengan hanya mengenakan celana pendek, sendal, kaos berkerah serta topi, Yasir mendorong gerobak sorong di kawasan komplek perumahan bilangan Kereng Bangkirai, Sabtu (6/5/2017).
Gerobak sorong itu berisi beberapa bungkus sayur gambas hasil kebunnya sendiri. Selain dijual ke tengkulak, Yasir juga menjual hasil kebunnya itu dengan cara berkeliling ke rumah-rumah warga dan pasar di Kawasan Kereng Bangkirai yang hidup setiap Selasa dan Sabtu malam. Pasar inilah yang lazim disebut pasar malam.
Kepada tengkulak ia menjualnya seharga Rp9.000 per kilogram. Itu karena kualitas gambas yang dijual kepada tengkulak merupakan kualitas terbaik, besar, lurus dan baru dipanen. "Sisanya yang agak kecil dan bengkok saya jual sendiri. Keliling begini, kalau tidak ya saya jual di Pasar Malam," tutur Yasir kepada Borneonews, Sabtu (6/5/2017).
Yasir mengemas dagangannya dalam kantong plastik putih dengan jumlah berbeda, tergantung dari harga yang dia patok. Tidak banyak, hanya ada sekitar lima bungkus sayur gambas dalam gerobak sorongnya. "Yang ini sekilo, harganya Rp7.000. Yang ini Rp5.000 saja," ungkap dia. (TESTI PRISCILLA/B-8)
Selain Berkeliling, Yasir Juga Menjual Sendiri Sayur Gambasnya ke Pasar Malam
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Jejak Kreativitas Penulis Kalteng Terabadikan dalam Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara
Puncak BIK 2026 di Kobar, Pemkab Dorong Akses Keuangan Menjangkau UMKM hingga Desa
Gubernur Kalteng Ajak Tokoh Agama Perkuat Pesan Perdamaian
Korban Karhutla Bromo Kembali Meninggal Dunia di RSUD Dr Soetomo
Komentar (0)
Memuat komentar…







