BORNEONEWS, Buntok – Ruas jalan trans Baruang Tengah, di kecamatan Gunung Bintang Awai (GBA), Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah, tepatnya di Desa Wungkur Baru, rusak parah. Pantauan Borneonews, sedikitnya empat titik kerusakan jalan yang paling parah. Pemerintah Kabupaten Barito Selatan (Pemkab Barsel) diharapkan menangani infrastruktur jalan tersebut.

“Jalan ini licin bagaikan kubangan sapi. Kita harus ekstra hati-hati melintasinya,” kata seorang warga, Yeskriadi Agustinus Rendy kepada Borneonews, Sabtu (0/5/2017).

Akibatnya, seperti Yeskriadi, warga pun kesulitan melintasi jalan tersebut. Padahal, wilayahjalan tersebut, merupakan jalan vital karena akses satu-satunya warga lima desa untuk berpergian baik ke kecamatan maupun ke Kota Buntok, ibu kota Kabupaten Barsel.

Adapun desa-desa yang melintasi jalan tersebut, yakni Desa Wungkur Baru, Desa Baruang, Desa UPT Tran Baruang, Kecamatan GBA serta Desa Majundre dan Sei Telang, Kecamatan Dusun Utara.

Warga pun mengeluhkan kondisi jalan tersebut yang sudah lama rusak. Namun hingga kini belum juga dilakukan perbaikan. Yeskriadi Agustinus Rendy mengatakan, pihaknya kesulitan melintasi jalan yang kondisinya rusak parah. Ia membeberkan, kondisi jalan ini sudah lama mengalami kerusakan. Namun belum dilakukan perbaikan oleh pemerintah.

Warga sudah beberapa kali mengusulkan agar perbaikan bisa secepatnya dilaksanakan, tetapi kenyataannya hingga kini belum juga ada tanda-tanda realisasinya.

“Sebenarnya jika Pemkab Barsel memperhatikan keluhan kita dari dahulu. Kita tidak perlu menunggu dan menunggu perbaikan seperti ini,” tandas dia.

Apalagi, lanjut dia, ruas jalan ini dilewati oleh warga di lima desa. Pihaknya sudah lama merasakan dampak dari jalan seperti ini.

Karena kondisi jalan seperti ini, dampaknya harga sembako melambung tinggi. Sedangkan harga jual karet murah. Alasan para pedagang, karena susah masuk ke desa mereka jadi harganya dinai;kan. Sedangkan alasan pembeli karet jalan rusak membuat karet yang dibawa susut. Jadi belinya dengan harga murah sedikit.

“Alangkah baiknya pemerintah dan DPRD setempat kalau sesuatu yang sangat penting atau vital perlu penanganan segera jangan menunggu-menunggu dan menunggu,” tegas dia. (URIUTU DJAPER/N).