BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Jalan lintas provinsi yang menghubungkan Pangkalan Bun dengan Kecamatan Kotawaringin Lama serta Kabupaten Lamandau, Kabupaten Sukamara hingga Kalimantan Barat kondisnya kini kian memprihatinkan.

Saat ini kondisinya terendam banjir setelah diguyur hujan tanpa henti. Tekstrur jalan yang sudah padat kini kembali menjadi bubur tanah akbat diguyur hujan selama beberapa hari berturut-turut.

Tak ayal, sejumlah kendaraan yang melintasi jalan sepanjang lebih dari 41 kilo meter ini banyak yang mogok. Selain becek, ada beberapa titik yang dikeluhkan pengendara yakni jalan terendam banjir hingga kedalaman satu meter.

"Makin sulit lewat sana, kita harus mutar ke Lamandau lagi. Karena banjirnya terus meluas," ucap Sahwani, warga Kotawaringin Lama, Sabtu (6/5/2017).

Hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Kotawaringin Lama dan Pangkalan Bun setiap harinya membuat aliran sungai Lamanadau meluap. Hasilnya, air yang mengakur di dekat jalan Pangkalan Bun Kotawaringin Lama sekitar kilometer 20 ke atas meluap dan merendam jalan.

Kendaraan roda dua dan roda empat yang memkasa melewati banjir menyisir bagian samping jalan yang dangkal.

"Banyak juga yang mogok tadi saya lihat, motor saya juga tadi lewat semak di pinggir karena kalau maksa ke area banjir pasti mogok. Mesinnya mati kemasuka air," ujarnya.

Hujan yang mengguyur wilayah ini selama tiga hari terakhir terbilang lama. Hampir lima sampai enam jam setiap harinya hujan tak berhenti.

"Saya pribadi menyarankan mending mutar lewat Lamandau meski jauh tapi aman. Kendaraan kita gak beresiko mogok," ujarnya.

Sementara itu sebagian warga meminta Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat segera berkoordinasi dengan pihak perusahaan untuk membantu mencarikan solusi.

Jalan yang terus dirensam banjir itu jika dibiarkan akan menjadi pemborosan anggaran proyek. Karena timbunan tanah yang sudah dikerjakan kontraktor kembali tersapu air. (CECEP HERDI/B-6)