BORNEONEWS, Palangka Raya – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Tengah (Kalteng) pada 2016 mengalami kemajuan dibanding tahun sebelumnya. Namun menurut kategori, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng Hanif Yahya mengatakan angka IPM Kalteng ini tidak rendah dan tidak tinggi. Pada 2015, IPM Kalteng 68,53 dan 2016 IPM meningkat jadi 69,13 atau tumbuh sebesar 0,88 persen. 


"Meningkatnya indeks IPM menandai pembangunan manusia di Kalteng terus mengalami kemajuan. Dengan angka ini, pembangunan manusia di Kalteng 2016, tidak tinggi tetapi juga tidak rendah. IPM Kalteng berstatus sedang, masih sama dengan 2015. Tetapi menkngkat, sehingga pembangunannya alami kemajuan,” kata Hanif Yahya, akhir pekan ini.


Hanif pun menjelaskan, IPM dibentuk tiga dimensi dasar. Yaitu umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, dan standar hidup layak. Umur panjang digambarkan dengan angka harapan hidup saat lahir (AHH), pengetahuan digambarkan dengan indikator Rata-rata lama sekolah (RLS), dan Harapan Lama Sekolah (HLS). Sedangkan standar hidup layak digambarkan oleh pengeluaran per kapita.


“IPM merupakan indikator yang digunakan untuk melihat perkembangan pembangunan dalam jangka panjang. IPM dihitung berdasarkan indeks kesehatan, indeks pengetahuan, dan indeks pengeluaran,” jelasnya. (ROZIQIN/N).