BORNEONEWS, Kuala Kurun - Dalam Beberapa pekan terakhir, harga karet di Kabupaten Gunung Mas (Gumas) terjun bebas dari Rp10 ribu per kilogram menjadi Rp5.000 per kilogramnya.
Imbas dari penurunan itu, pendapatan petani karet pun anjlok. Hal ini mempengaruhi tingkat kesejahteraan mereka.
"Pendapatan kami berkurang drastis. Bila beberapa waktu lalu bisa mencapai 100.000, sekarang hanya Rp50.000," kata Rinoi Tuah, petani karet di Tumbang Rahuyan, Kecamatan Rungan Hulu, Minggu (7/5/2017).
Menurut dia, penurunan harga karet menyebabkan kehidupan semakin sulit. Terlebih saat ini harga kebutuhan pokok terus merangkak naik.
Untuk itu, pemerintah pun didesak mencari solusi supaya masyarakat sebagai petani karet bisa bertahan.
"Kami berharap harga karet cepat membaik, bahkan bisa lebih dari Rp10.000 per kilogram," harapnya.
Petani karet lainnya, Wanto (34) menuturkan, harga karet yang anjlok menyebabkan daya beli masyarakat juga menurun. (EPRA SENTOSA/B-11)








