BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Pertamina menegaskan, dalam waktu dekat akan membangun 11 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di beberapa kabupaten di Kalimantan Tengah (Kalteng). Pertamina akan mengejar BBM satu harga, seperti keputusan presiden.  Jadi, nantinya masyarakat di pedalaman bisa merasakan BBM dengan harga sama di perkotaan.


"Pembangunan SPBU tersebut rencananya dikerjakan selama tiga tahun, mulai 2017 hingga 2019. Kami akan mengundang lagi para bupati, apakah masih ada yang membutuhkan pembangunan SPBU. Karena kami menilai, bupati lebih tahu kebutuhan masyarakat akan BBM di wilayahnya," ujar Dirjen Migas, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), IGN Wiraatmaja Puja, kepada wartawan ketika mendampingi kunjungan kerja Komisi VII DPR RI, akhir pekan lalu.


Tahapannya, lanjut Wiraatmaja, setelah bupati mengusulkan wilayah yang akan dibangunkan SPBU, pihaknya akan melakukan verifikasi. Tim, akan mendata apakah memang benar SPBU dibutuhkan, menghitung jumlah penduduk, serta jarak dari SPBU yang ada.


Kouta SPBU baru di Indonesia ada 148 buah, yang diprioritaskan untuk daerah terdepan dan terpencil sehingga harga BBM bisa sama. Jatah untuk Kalteng 11 SPBU baru. Wiraatmaja melihat di lapangan di Kalteng ini banyak apat pengecer, karena SPBU sangat jarang dan masyarakat membeli di pengecer lebih mahal dari harga SPBU.


Karena itu, Wiraatmaja meminta kepada kepala daerah lebih perhatian kalau memang butuh tambahan SPBU. Semua itu diperlukan, agar tidak ada perbedaan harga BBM antara yang di perkotaan dengan di daerah pedalaman sebagaimana instruksi Presiden.


Berdasarkan pantauan, harga BBM terutama yang berada di pedalaman Kalteng sangat mahal mencapai Rp15.000 sampai Rp20.000 per liter. Sementara di SPBU, harga BBM seperti untuk jenis premium Rp6.650 per liter dan solar Rp7.200 per liter. (IKA LELUNU/PPOST/N).