BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Ada beberapa pilihan waktu untuk mendaki Bukit Bolau yang berada di Kelurahan Tapin Bini Kecamatan Lamandau Kabupaten Lamandau.

Menurut Aidi Syarifudin, pelaku wisata di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), pencinta petualangan bisa mendaki bukit tersebut siang hari, kemudian menginap semalaman di puncak bukit.

"Bila bermalam di atas bukit, kesempatan melihat awan kabut yang berada di bawah bukit bagaikan sensasi negeri di atas awan semakin besar. Malah kata beberapa rekan pemandangan awan rendah yang menghiasi bentang alam ini mirip seperti di Toraja," ujarnya.

Kemudian ada lagi pilihan waktu untuk memanjat bukit pada pagi hari dan turun di hari yang sama. "Namun belum tentu awan kabut tersebut muncul saat matahari sudah meninggi. Terserah pencinta petualangan, untuk menentukan waktu memanjatnya," ujarnya.

Jangan lupa persiapkan perlengkapan dan peralatan keamanan sebelum memanjat menuju puncak bukit. "Memang bukit ini tingginya sekitar 600 meter. Namun rute yang dilalui tidaklah segampang yang diperkirakan. Sudut elevasi atau kemiringan rute trek berkisar antara 45 - 60 - 70 derajat. Kondisi trek licin, lantaran berada di hutan hujan tropis yang masih asli," ujarnya.

Agar daya tapak kaki lebih kokoh, lanjutnya, sebaiknya pendaki menggunakan sepatu boots trekking. "Karena bila memakai sandal gunung, kaki sering lecet akibat licinnya rute. Bawa ransel ukuran sedang agar gerakan lebih luwes,"ujarnya. (WAHYU KRIDA/B-2)