BORNEONEWS, Palangka Raya - Direktur Pelatihan Perwakilan dari Manajemen Pusat Hospital Preparedness and Community Readiness for Emergency and Disaster (Hpcres), Anang Arliono, menyebut bahwa tugas Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) yang baru dikukuhkan di Kelurahan Menteng, Palangka Raya, Senin (8/5/2017) pagi, ialah memberikan edukasi kepada masyarakat tentang resiko bencana.

"Juga pelatihan dan diskusi melalui seminar. Mereka juga memulai dari memperkuat diri sendiri," kata Anang, seusai pelantikan dan pengukuhan pengurus FPRB.

Ia menuturkan, pada saat prabencana, pengurus FPRB harus mengetahui langkah yang akan dilakukan. Lalu bila terjadi bencana, FPRB juga dapat merekrut relawan dalam menunjang tugas sehingga dapat bekerja maksimal. "Pada saat bencana, tentu saja mereka siap mengirimkan relawan karena di situ juga ada koordinatornya.".

Pengukuhan FPRB, lanjut dia, sebagai upaya untuk mengurangi resiko bencana. "Kita homebase-nya di Rumah Sakit Muhammadiyah. Tapi ada beberapa rumah sakit di kota ini yang kita undang seperti RSUD dr Doris Sylvanus," imbuhnya.

Menurutnya, tugas pihak rumah sakit yakni ada dua, mulai dari internal dan eksternal. Ia berharap, rumah sakit selalu siap menghadapi ancaman terjadinya bencana. "Dari sisi eksternal, misalnya bencana terjadi di Kasongan. Rumah sakit bisa mengirimkan tim bahkan mendirikan klinik sementara dengan dibantu masyarakat dan relawan," sebutnya.

Masih menurut Anang, bencana yang paling diwaspadai di Kalteng adalah banjir. "Secara umum sebenarnya kabut asap. Tapi malah banjir yang menduduki posisi satu. Itu yang menilai masyarakat sendiri bukan kami," tambah dia.

Anang menilai, kepedulian masyarakat untuk sigap dalam menghadapi bencana cukup tinggi. Ini dibuktikan dengan terbentuknya forum tersebut. Bahkan bulan depan, pihaknya akan mengukuhkan di Kelurahan Langkai. (BUDI YULIANTO/B-3)