BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Balap liar yang dilakukan oleh remaja yang masih berstatus pelajar sudah sering diamankan oleh pihak kepolisian ketika melakukan penertiban. Kenakalan remaja itu membuat banyak pihak merasa gerah.

Salah satunya Kepala dinas pendidikan dan kebudayaan Kotawaringin Barat (Disdikbud Kobar), Aida Lailawati. Secara pribadi, ia kerap mendapat laporan terkait pelajar yang terlibat balap liar.

"Saya sering mendapat laporan itu. Yang menjadi keprihatinan saya, mereka adalah pelajar," kata Aida, Senin (8/5/2017).

Ia meminta agar pihak sekolah lebih tegas dengan selalu mengingatkan para anak didiknya untuk menghindari kegiatan negatif tanpa ada manfaat itu.

"Baru-baru ini saya juga dapat laporan bahwa kepolisian mengamankan seorang siswi. Pertanyaannya, ngapain seorang perempuan keluyuran tengah malam, ini tidak wajar dan sudah di ambang batas bagi seorang yang berstatus pelajar," ujarnya.

Ia menambahkan, tak hanya itu laporan yang diterima juga menyebutkan, para pebalap itu mengeluarkan kata-kata kasar ketika mereka melewati petugas lantas yang berjaga di jalan yang biasa dijadikan arena balap liar. "Ini sudah keterlaluan, tidak mencerminkan seseorang yang berstatus pelajar," tukasnya.

Maka dari itu, ia juga meminta agar aparat polisi berkoordinasi dengan sekolah  turut serta membantu menindak anak-anak yang terlibat balap liar khususnya yang berstatus pelajar. "Beri mereka sanksi agar mereka jera," tegasnya. (CECEP HERDI/B-2)