BORNEONEWS, Sampit - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kotawaringin Timur (Kotim) membentuk kader Warga Peduli AIDS (WPA) untuk setiap desa. Hal itu merupakan salah satu langkah KPA dalam menanggulangi persoalan HIV/AIDS.

Pembentuk WPA tingkat desa dipandang perlu, guna membekali masyarakat desa dengan pengetahuan mengenai penyakit HIV/AIDS.

"WPA dibentuk di setiap desa dengan dibekali pengetahuan. Selanjutnya WPA menyalurkan kepada masyarakat di desa. Sehingga masyarakat yang tahu HIV/AID, bisa turut memutus rantai penyebarannya," kata Sekretaris KPA Kotim, Asyikin Arpan, Senin (8/5/2017).

Selain hal tersebut, penemuan kasus HIV/AIDS di Kotim mengalami peningkatan pada tahun 2016. Hal ini menjadi dasar program pemberdayaan masyarakat berupa WPA di Kotim.

Kegiatan ini merupakan aplikasi dari Peraturan Menteri Kesehatan No 21 tahun 2013, tentang Penanggulangan HIV dan AIDS, serta Peraturan Menteri Dalam Negeri No 20 tahun 2007. tentang Pedoman Umum Pembentukan Komisi Penanggulangan AIDS dan Pemberdayaan Masyarakat dalam rangka Penanggulangan HIV dan AIDS di daerah.

Asyikin menuturkan, pembentukan WPA tersebut disambut baik dengan pihak kecamatan, salah satunya Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Diagendakan, ada lima desa di kecamatan tersebut yang akan dibentuk WPA, di antaranya Desa Pelangsian, Desa Bapanggang dan Eka Bahurui.

"Untuk saat ini kita juga sedang gencar membentuk WPA, kita juga berkoordinasi dengan desa yang belum terbentuk WPA," pungkasnya. (NOOR ANNISA/B-11)