BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) bergerak cepat terkait rencana penambahan dua titik pos pengawasan pendapatan asli daerah (PAD). Setelah pekan lalu dilakukan survei tempat cek poin-nya, hari ini tadi langsung dilakukan pemberangkatan menuju pos yang ditentukan.

Dua pos itu bertempat di Jalan Anjir Km 16 di Kabupaten Kapuas, sebagai pintu keluar-masuk jalan darat antara Kalteng dengan Kalimantan Selatan (Kalsel).

Pos kedua, pengamanan jalur Sungai Mentaya bertempat di Bagendang. Dua pos tambahan ini melengkapi dua pos pengawasan terpadu yang sudah mendahului diberangkatkan yaitu di Pasar Panas Kabupaten Barito Timur, dan pos Rangga Ilung, Barito Selatan.

“Pagi ini tadi kami berangkatkan tim yang menuju dua pos tambahan,” terang Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng Sahrin Daulay, Senin (8/5/2017).

Dua titik calon pos pantau itu sebelumnya telah dilakukan pemetaan atau survei. Gunanya untuk menentukan lokasi mana yang tepat untuk didirikan pos pengawasan Pengawasan Terpadu Optimalisasi PAD seperti yang dikehendaki Gubernur, sehingga angka kebocoran penerimaan daerah dapat ditekan sedemikian rupa.

“Untuk di pos Anjir, penekanannya adalah penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dan distribusinya yang masuk ke Kalteng ini. Sebab diinyalir banyak bocor, terutama pajak bahan bakar kendaran bermotor (PBB-KB). Ini yang sering tidak bayar kepada daerah,” tandasnya disela menghadiri sosialiasi daftar periksa kebijakan persaingan usaha.

Diketahui, Gubernur Kalteng membentuk Tim Pengawasan Terpadu Optimalisasi PAD pada Kamis (13/4/2017). Ada dua titik yang dibentuk yaitu, yaitu Pos Rangga Ilung di Kabupaten Barito Selatan dan Pos Pasar Panas di Kabupaten Barito Timur. Dengan akan bertambahnya dua titik lagi, maka kini Pemprov Kalteng akan memiliki empat titik pos pengawasan optimalisasi PAD. (ROZIQIN/B-6)