BORNEONEWS, Palangka Raya – Percepatan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya mendapat dukungan penuh Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran.

Beberapa waktu lalu, bahkan Sugianto sendiri yang membantu ‘menaikkan’ proposal alih status tersebut ke sekretaris kabinet dan membicarakannya dengan pejabat terkait.

“Kita ingin Kalteng memiliki Universitas Islam Negeri, sehingga yang kita harapkan adalah IAIN itu menjadi UIN. Karena itu saya mendukung dan berharap semoga usulan itu segera terealisasi,” ucap Sugianto dikonfirmasi Senin (8/5/2017).

Ungkapan yang sama terkait dukungan agar UIN segera terealisasi juga disampaikan Gubernur Sugianto saat Menteri Agama (Menag) RI Lukman Hakim Saifuddin hadir di Istana Isen Mulang dalam rangka penutupan Rakernas Fatayat NU pada Sabtu (6/5/2017) yang lalu. Sugianto menyelipkan harapan itu saat pidato di depan Menteri Lukman.

“Di kesempatan yang baik ini pula pas kebetulan ada Pak Menteri, ingin kami sampaikan semoga IAIN Palangka Raya segera disetujui untuk menjadi UIN Palangka Raya, karena ia satu satunya di Kalteng,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, upaya IAIN Palangka Raya untuk alih status badan hukum perguruan tinggi semakin mendapatkan jalan. Jika tidak ada aral melintang, tidak lama lagi IAIN Palangka Raya yang beberapa tahun lalu bernama sekolah tinggi agama islam (STAIN) ini, akan kembali naik kelas menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya.

Usulan alih status perguruan tinggi islam negeri satu-satunya di Kalteng tersebut, sudah berada di Kementerian Agama RI. Ini setelah tim IAIN Palangka Raya dipimpin Rektor Ibnu Elmi AS Pelu pada Selasa (2/5/2017) atau tepat pada momentum hari pendidikan nasional (Hardiknas), melakukan presentasi usulan transformasi dari IAIN menjadi UIN di hadapan dewan penilai dan bagian Organisasi Tata Laksana Kementerian Agama RI di Jakarta. (ROZIQIN)