BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Lembaga pemeringkat internasional, Moody’s Services, meyakini penerapan kebijakan minyak sawit berkelanjutan (SPOP) oleh IOI Corporation Bhd dapat menjadi katalis bisnis positif bagi perusahaan tersebut.
Pada 28 April 2017 lalu, IOI mengatakan pihaknya menambahkan beberapa komitmen baru pada rencana bisnis yang sudah disusun sebelumnya. Beberapa komitmen baru itu meliputi verifikasi oleh pihak ketiga atas pelaksanaan SPOP, praktik pengelolaan lahan gambut yang lebih ketat di perkebunan sawit miliknya di Indonesia sesuai standar Palm Oil Innovation Group.
Organisasi pecinta lingkungan internasional, Greenpeace, juga telah mengakui kemajuan yang telah dicapai IOI dalam menerapkan standar SPOP.
“IOI yang telah meningkatkan transparansi dan komitmen terhadap produksi minyak sawit berkelanjutan merupakan langkah positif dan itu akan memperkuat bisnis perusahaan di masa depan,” kata Moody’s dalam pernyataan tertulisnya yang dikutip The Star, Senin (8/5/2017).
Dengan menerapkan praktik-praktik pengolahan minyak sawit berkelanjutan juga akan memudahkan IOI untuk menjalin kembali hubungan dengan konsumen. Sejumlah konsumen sempat memutus kontrak dengan IOI menyusul ditangguhkannya perusahaan itu dari Roundtable for Sustainable Palm Oil (RSPO) terkait masalah lingkungan, sebut Moody's.
“Kami memperkirakan pendapatan IOI dari sektor hulu akan tumbuh 5 hingga 10 persen dalam 12 hingga 18 bulan ke depan, yang ditopang oleh meningkatnya volume penjualan dari segmen minyak khusus menyusul pembaruan komitmen mereka terhadap praktik berkelanjutan,” kata Moody's. (NEDELYA RAMADHANI/m)








