BORNEONEWS, Sampit - Berbagai modus permainan di proyek drainase bandara H Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur satu persatu terungkap.
Kasi Intelijen Deddy Yuliansyah Ràsyid, Selasa (9/5/2017), menyebutkan direktur pelaksana pekerjaan itu dikuasakan setelah PT Harapan Indah Jaya dinyatakan menang dalam lelang tersebut.
"Awalnya saat proyek itu ikut lelang tetap direkturnya Julius Leman yang mengajukan penawaran. Akan tetapi setelah perusahaan itu menang, kok berubah dikuasakan kepada si Heri," kata Deddy.
Ini menurut Deddy yang sempat menimbulkan tanda tanya. Dari itu penyidik tidak akan tinggal diam mencari siapa aktor intelektual dalam proyek tersebut. Mereka akan terus membongkar semua permainan yang ada dalam proyek drainase sepanjang 2.170 meter itu.
Meski banyak yang sudah terbongkar beberapa saksi dan tersangka tetap menyatakan proyek ini tidak ada permainan. Meski fakta sebenernya bukan demikian.
Deddy menjelaskan, pihaknya akan memperdalam kasus tersebut. Saat ini sejumlah orang mereka periksa, mulai dari KPA dalam proyek itu yakni Zuber, panitia lelang, hingga P2HP.
Dalam kasus ini tiga orang sudah jadi tersangka, yakni Wahyuno PPK dalam proyek itu, Sumarno pelaksana pekerjaan, dan Purwadi kuasa konsultan. (NACO/B-11)








