BORNEONEWS, Pangkalan Bun - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) cabang Pangkalan Bun belum membuka pembelian tiket untuk arus mudik lebaran dari Pelabuhan Panglima Utar kumai ke Semarang dan Surabaya.

Menurut Kepala Operasional Pelni Kumai, Saiful Ghozi, pihaknya masih akan melakukan rapat dengan KSOP Kumai. "Kami masih menunggu rapat dulu dengan KSOP, setelah rapat selesai baru kami laporkan ke pusat dan nanti dibuka penjualan tiketnya," ujar Saiful Ghozi, Selasa (9/5/2017).

Ia mengatakan, untuk menjual tiket kapal tidak sembarangan. Pihaknya harus mengetahui dulu berapa perkiraan jumlah penumpang arus mudik lebaran tahun ini. Sehingga nanti bisa disesuaikan untuk jumlah ketersediaan tiketnya. "Kalau banyak kan nanti kita akan tambal jumlah keberangkatan kapalnya seperti tahun lalu," kata dia.

Diperkirakan tahun ini jumlah arus mudik lebaran yang menggunakan armada kapal laut akan meningkat hingga 10 persen dibanding tahun lalu. Pasalnya, armada laut dari Kumai ini digunakan untuk mudik bukan hanya oleh warga Kobar saja, namun dari Kabupaten Lamandau, Sukamara, serta sebagian dari Seruyan dan Kotawaringin Timur (Kotim) menuju pulau Jawa.

"Tahun ini kita perkirakan ada peningkatan. Kita susun untuk jumlahnya baru kita ajukan ke Pelni untuk menyediakan tiket mudik lebaran dari H-15 sampai H-1 lebaran begitu juga dengan arus baliknya," kata Kepala Dishub Kobar, Petrus Rinda. (CECEP HERDI/B-8)