BORNEONEWS, Palangka Raya - Mencegah bencana di menurut Wakil Wali Kota Palangka Raya, Mofit Saptono Subagio tidaklah sulit. Ini lantaran di Kota Palangka Raya hanya ada dua kemungkinan bencana yang dapat terjadi di Kota Cantik. Yaitu kebakaran yang dapat menyebabkan kabut asap dan banjir.
"Bicara tentang potensi bencana, kita sebenarnya bsia memprediksi bencana yang terjadi di kota kita ini. Yang pertama potensi terjadinya bencana asap sebagai akibat dari kebakaran dan potensi bencana banjir. Tapi kedua indikator potensi bencana ini masih bersifat masif," ucap Mofit saat membuka Bimtek Penaggulangan Bencana di Kecamatan Pahandut, Selasa (9/5/2016).
Mofit menuturkan upaya menghadapi kemungkinan terjadinya bencana ini secara otomatis juga bisa diperkirakan, terutama ketika ada gejala terjadi.
"Kami menyambut baik kegiatan bimtek ini sebagai bekal dari kesiapsiagaan penanggulangan bencana. Kita sadari bahwa potensi bencana di wilayah Kota Palangka Raya secara khusus masih dalam kategori sedikit bahkan mudah terpantau, berbeda dengan daerah lainnya," katanya.
Meski demikian dia mengingatkan agar pihak-pihak terkait jangan lantas buru-buru menafsirkan atau mengatakan suatu bencana terjadi hanya karena gejala asap muncul ataupun banjir menerjang sejumlah kawasan.
"Hal inilah yang harus dinilai dan disikapi dengan baik. Sebab yang dinamakan bencana ialah kejadian yang imbasnya dapat mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat dalam banyak hal. Jadi jangan salah," pesannya. (TESTI PRISCILLA/B-6)








