BORNEONEWS, Palangka Raya - Selasa (9/5/2017) dini hari terjadi kebakaran di Jalan Kalimantan, Palangka Raya. Si jago api yang mengamuk pagi buta itu menyebabkan sedikitnya 43 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal.

Kawasan padat penduduk bukan baru kali ini mengalami kebakaran, sudah kerap kali. Dari hari ke hari tugas pemadam kebakaran (damkar) menjadi semakin berat.

Apalagi kini pertumbuhan pembangunan semakin pesat. Gedung-gedung berdiri megah dan kawasan pemukiman terus bertambah.

Sayangnya, menurut Wawan Berlison, Kepala Bidang Pencegahan dan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya, kekuatan damkar cenderung stagnan. Jumah armada dan personil sudah lama tak bertambah.

"Memang ada penambahan armada yang merupakan hibah dari Jepang, namun operasionalnya belum optimal. Dari sisi kuantitas pun penambahan armada itu masih jauh dari ideal," ungkap Wawan, Selasa (9/5/2017).

Menurut Wawan, idealnya kekuatan damkar Kota Cantik itu adalah 40 armada dan 100 personel.

"Saat ini armada yang dapat digunakan hanya 7 unit, sedangkan untuk personel hanya 45 orang, sehingga masih sangat jauh dari kata ideal," jelasnya. (TESTI PRISCILLA/B-6)