BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Demi meningkatkan daya saing produksi minyak sawit, PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMART) merilis dua klon kelapa sawit.

Klon kelapa sawit baru ini untuk menghasilkan tanaman dengan potensi produksi minyak sawit mentah (CPO) tinggi.

"Saat ini klon kelapa sawit yang dihasilkan tersebut masih dalam tahap percobaan dan belum dipasarkan secara luas. Masih untuk internal," kata Direktur SMART, Tony Liwang, di Jakarta, Selasa (9/5/2017).

Dari hasil penelitian di laboratorium dan pengujian di lapangan, Klon kelapa sawit Eka 1 memiliki kelebihan antara lain masa panen yang singkat yakni mulai usia 24 bulan. Rendemen minyak 32,56% dengan potensi CPO pada umur di atas 9 tahun mencapai 10,8 ton per ha/tahun.

Sementara untuk klon kelapa sawit Eka 2, buah sawit dapat dipanen pada umur 24 bulan, dengan rendemen minyak 35,97% dan potensi CPO 13 ton per ha/tahun. Kedua klon ini dihasilkan melalui kultur jaringan.

Pelepasan klon kelapa sawit ini menjadi sebuah terobosan dalam pemuliaan kelapa sawit. Sehingga dapat mempercepat proses menghasilkan bahan tanaman sawit yang lebih unggul.

Penggunaan klon pada kelapa sawit setidaknya dapat memberikan kepastian kepada pekebun terkait keseragaman tanaman, bebas dura kontaminasi, serta karakter unggul pada tanaman.

Sepanjang tahun ini, SMART menargetkan penjualan total benih sawit sekitar 13 juta hingga 15 juta butir. Jumlah ini meningkat bila dibandingkan dengan penjualan tahun lalu yang berada di kisaran 10 juta butir benih. (NEDELYA RAMADHANI/m)