BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sebanyak 73 kafilah Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) diberangkatkan untuk mengikuti STQ XXI tingkat provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) di Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya 13 sampai 18 Mei mendatang.

Pelepasan Kafilah Kobar digelar di Aula Kantor Pemkab Kobar, Rabu (10/5/2017). Hadir dalam kegiatan itu, seluruh pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kobar dan Wakil Bupati Kobar terpilih, Ahmadi Riansyah. Ketua LPTQ Kobar, Kamaludin mengatakan, peserta sudah mendapat pelatihan secara intensif.

Para peserta yang diberangkatkan ini ada mereka yang sebelumnya menjadi juara pada MTQ di Kecamatan Kotawaringin Lama (Kolam). "Jumlah kafilah yang diberangkatkan berjumlah 73 orang di antaranya, pimpinan, pelatih pengarah, official 40 orang dan 33 orang sebagai peserta. Dengan 8 cabang yang diikuti salah satunya tilawah," kata Kamaludin.

Untuk target, jelas Kamaludin, pihaknya menargetkan untuk masuk lima besar. Dengan pembinaan yang hanya dalam waktu yang sebentar. Karena pelaksanaan MTQ dan STQ terlalu sebentar, ditambah mereka juga mengikuti ujian. "Semoga kafilah STQ Kabupaten Kobar dapat memberikan yang terbaik dan meraih juara, sehingga dapat membawa harum nama bumi Marunting Batu Aji," ujarnya.

Di tempat yang sama, Asisten III, Setda Kobar, Bahrudin menuturkan, yang paling utama adalah saling berkompetisi, namun jangan lupa tujuan utama yaitu siar Islam. "Saya yakin LPTQ Kobar sudah mempersiapkan dengan maksimal sehingga optimistis mendapatkan juara dalam lomba tersebut," imbuhnya.

Kepada pengurus, lanjut Bahrudin, agar senantiasa menjaga nama baik Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). "Bersama dengan ini saya sampaikan semoga apa yang diberikan dapat menghasilkan yang baik, jangan lupa untuk berkoordinasi," tuturnya.

Wakil bupati Kobar terpilih, Ahmadi Riansyah menuturkan, kafilah merupakan asli orang Kobar dan tidak ada peserta yang disewa dari luar pulau. "Dengan ridha Allah kita akan menjadi juara," pungkasnya.

Untuk LPTQ, DPRD Kobar juga telah menyetujui anggaran untuk pembinaan sekitar Rp 1 miliar lebih. "Ini agar ke depan dapat lebih mengakomodir seluruh kegiatan," tukasnya. (CECEP HERDI/B-8)