BORNEONEWS, Palangka Raya - Masih banyak guru yang mengajar dengan merangkap mata pelajaran, terlebih pelajaran yang masih satu rumpun seperti matematika, fisika dan kimia.

Kondisi ini terjadi dan diakui Wakil Walikota Palangka Raya, Mofit Saptono Subagio terjadi di wilayah pelosok Kota Cantik ini.

Meski demikian pemerintah kota telah membuat regulasi atau aturan bahwa guru tidak dibolehkan mengajar mata pelajaran yang tidak sejalan dengan bidangnya.

Karenanya Pemerintah Kota Palangka Raya melalui dinas pendidikan terus berusaha dalam menerapkan sistem guru silang.

"Yang kita lihat adalah ketersediaan guru di dalam dan pinggiran kota. Makanya sistem penempatan guru untuk membantu kekosongan guru disetiap sekolah harus tetap dilakukan. Disdik sudah diarahkan dalam konteks ini," ungkap Mofit, Rabu (10/5/2017).

Infrastruktur yang belum optimal di daerah pinggiran, termasuk infrastruktur sekolah terkait ketersediaan listrik, juga menurut Mofit menjadi penyebab tidak maksimalnya pengabdian tenaga pengajar.

Kondisi itulah yang menurut Mofit akhirnya menyebabkan banyak guru, terutama bagi mereka yang menjunjung tinggi pengabdian harus memaksakan diri untuk mampu mengajar banyak bidang studi. (TESTI PRISCILLA/B-6)