BORNEONEWS, Sampit - Saat ini banyak masyarakat memanfaatkan fasilitas jual beli secara online karena tertarik dengan iklan penawarannya. Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Palangka Raya meminta agar hati-hati membeli pangan secara online.

"Karena obat atau makanan yang kita beli secara online tidak tahu apakah sesuai syarat atau tidak, kalau tidak, kita tidak bisa mengembalikannya, begitu juga kami dari BPOM tidak bisa menuntutnya," kata Kepala BPOM Palangka Raya, Trikoira Mustikawati, kepada sejumlah masyarat di Kotim, Kamis (11/5/2017).

Trikora berpesan, jangan mudah tepengaruh dengan iklan, terutama iklan yang berlebihan, karena BPOM dalam kemasan obat maupun pangan tidak pernah mengeluarkan yang sifatnya berlebihan.

"Dari itu kita harus hati-hati, kita harus teliti, jangan yakin begitu saja dengan produk-produk yang dijual secara online, apalagi produk yang tidak jelas tulisan di kemasannya," ucapnya.

Menurutnya perlu pemahanan semua akan penggunaan produk berbahaya yang saat ini banyak beredar, seperti yang dicontohkannya mulai dari jamu kemasan seperti obat kuat hingga kosmetik kecantikan.

Dari itu menurutnya, tugas BPOM tidak hanya mengawasi obat dan makanan saja, namun juga terhadap iklan-iklan yang dikeluarkan juga. "Kita harus rawat tubuh kita, jangan sampai mudah terpengaruh dengan iklan yang berlebihan dan penjualan secara online, kita harus saling bantu dan mendukung agar produk yang kita gunakan betul-betul aman," tandasnya. (NACO/B-2)