BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi II DPRD Kotawaringin Timur, Abdul Kadir meminta agar Kotim bisa mencanangkan program swasembada daging. Sehingga tidak lagi ketergantungan daging dari daerah lain.

Kadir menilai potensi pengembangan sapi di Kotim sangat menjanjikan. Salah satunya dengan mengunggulkan program integrasi sawit dan sapi.

"Tingginya harga daging sapi di Kotim berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat. Sampai sekarang kita masih tergantung dengan daerah lain untuk memenuhi kebutuhan daging sapi," kata Kadir, Kamis (11/5/2017).

Kadir mengatakan, areal perkebunan sawit memiliki peluang besar untuk ternak sapi, selain lahan luas ketersediaan pakan sapi juga sangat melimpah.

Dan jika integrasi perkebunan sawit dan sapi dilakukan, maka swasembada daging bisa tercapai. Sehingga harganya bisa ditekan.

Dia menambahkan, banyak peluang untuk melaksanakan integrasi sawit dengan sapi. Di antaranya melalui sinergi antara program Pemerintah Daerah dengan CSR perusahaan.

"Untuk sinergi itu harus dilakukan melalui regulasi yang jelas, misalnya dengan membuat perda. Kami dari DPRD siap membantu terkait masalah itu," pungkasnya. (NACO/B-11)