BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Keinginan menjadi pebisnis handal, kalimat ini dilontarkan Haji Abdul Rasyid AS, pemilik CBI Group dan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) saat diwawancarai Borneonews di hadapan direktur BNI, Putrama Wahyu Setyawan, pada peninjauan pembangunan Refinery Downstream di Sungai Tempenek, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kobar, Rabu (10/5/2017).

"Pak Rasyid ini kan orang kerja, Pak Rasyid memiliki keinginan keras untuk maju dan ingin menjadi seorang pebisnis handal. Keinginannya itu, mudah-mudahan tercapai," jawab dia terkait dukungan bisnis yang diberikan BNI.

Sekarang, tambah pengusaha terkaya ke 41 Indonesia versi Majalah Forbes tahun 2014 itu belum menjadi pebisnis yang handal.

"Mudah-mudahan tercapai. Sekarang masih belum ke sana. Kalau yang lainnya kan sudah kesampaian," katanya seraya tertawa.

H Abdul Rasyid mengatakan keinginannya untuk memiliki kebun sudah tercapai, ingin memiliki peternakan sapi juga sudah ada.

"Ingin punya PKS sudah punya PKS, ingin punya sapi sudah punya sapi, Refinery hampir jadi. Nah olio belum kesampaian. Sedikit lagi ke sana," katanya.

Dia menambahkan cita-cita untuk jauh ke depan sudah ada tinggal pelaksanaannya. Termasuk penyertaan modal usaha seperti fasilitas kredit yang diberikan BNI baru-baru ini sebesar Rp6 triliun.

"Ini tinggal yang disamping saya ini kapan bisa terealisasi," katanya sambil menoleh ke arah Direktur BNI pusat tersebut.

"Nah ini nanti tinggal kita bahas ya dengan pak Candra, Pimpinan Divisi LMC 2 BNI," timpal Putrama Wahyu Setyawan merespon ucapan H Abdul Rasyid.

Sementara itu Kepala Cabang BNI Pangkalan Bun, Maslipansyah menyatakan kesiapannya dalam mendukung semangat pribadi serta dukungan bisnis terhadap CBI grup.

"Selain mendukung korporasi seperti beliau ini, saya di BNI Cabang Pangkalan Bun juga mendukung usaha kecil menengah bagi masyarakat. Intinya kami mendukung penuh bisnis beliau untuk menjadi seorang pebisnis handal," kata Maslipansyah. (CECEP HERDI/B-11)