BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Anggapan masyarakat yang mengidentikkan musim kemarau dengan kondisi cuaca yang panas dan kering, sebenarnya sangat keliru.

"Karena wilayah Indonesia terletak di wilayah tropis dan juga kepulauan. Secara umum kondisi hujan akan terjadi meski sedang mengalami musim kemarau," jelas Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Rangga Setya Pratama, Jumat (12/5/2017)

Terlebih, lanjutnya, wilayah Kabupaten Kobar dan sekitarnya merupakan daerah dengan pola hujan ekuatorial atau memiliki dua puncak hujan dalam setahun.

"Artinya, di daerah tersebut, hujan turun sepanjang tahun. Namun yang membedakan adalah jumlah curah hujan setiap bulan dan keadaan topografinya," jelasnya.

Terkait masuknya musim kemarau, Rangga menjelaskan dari hasil monitoring terhadap beberapa kondisi dinamika atmosfer dan laut di Indonesia di antaranya Indeks El Nino dan La Nina di wilayah Indonesia, hingga akhir Desember 2016 masih mengalami La Nina meski dalam kategori lemah.

"Namun pada Maret 2017 terpantau netral dan berpotensi menguat hingga kategori El Nino lemah. Hal ini merupakan suatu indikasi yang menyebabkan awal musim kemarau pada tahun 2017 akan mengalami kemunduran di beberapa wilayah di Indonesia. Untuk suhu muka laut diprakirakan akan tetap normal selama musim kemarau tahun 2017," jelasnya. (WAHYU KRIDA/B-2)