BORNEONEWS, Palangka Raya - Water Treatment Plant (WTP) adalah sebuah sistem yang difungsikan untuk mengolah air dari kualitas air baku (influent) yang kurang bagus, agar mendapatkan kualitas air pengolahan (effluent) standart yang di inginkan/ditentukan atau siap untuk di konsumsi.

Sistem inilah yang saat ini tengah dicuci oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

"Dengan adanya kegiatan tersebut akan mengakibatkan kurangnya kualitas air pada pelanggan. Karenanya kami minta masyarakat untuk bersabar," tutur Direktur PDAM Palangka Raya, Tridoyo Kertanegara, Jumat (12/5/2017).

Dia mengatakan, aktivitas ini sudah dilakukan sejak 10 Mei 2017 lalu dan akan berakhir pada 22 Mei 2017 mendatang. Kurangnya kualitas air dan pelayanan yang akan dirasakan pelanggan menurut Tridoyo akan bervariasi.

Mulai dari tersendatnya aliran air, berkuarangnya kualitas kejernihan air hingga kondisi mati total aliran air.

"Kami mohon pelanggan untuk bersabar karena ini dilakukan demi kebaikan pelanggan juga. Ini semua agar endapan lumpur yang ada di dalam pipa bisa bersih, sehingga air yang didistribusikan ke pelanggan juga dalam kondisi bersih," tambah Tridoyo. (TESTI PRISCILLA/B-11)