BORNEONEWS, Sampit - Ketua Komisi II DPRD Kotim, Rudiannur meminta pemkab melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar (Disperindagsar) untuk mengawasi harga kebutuhan pokok di pasaran. Sebab harga kebutuhan pokok sering mengalami penaikan, dan rawan dimanfaatkan oknum tertentu untuk mencari keuntungan.
"Sementara harga tidak pernah naik, namun naik akibat olah spekulan saja. Itu harus diawasi secara ketat," kata Rudianur, Jumat (12/5/2017).
DIa mengatakan, oknum yang memanfaatkan situasi jelang ramadhan harus ditindak tegas. Langkah tegas itu bisa dilakukan dengan cara berkoordinasi bersama kepolisian.
Selain itu, Rudianur menambahkan, komisi II akan intens melakukan pengawasan, agar tidak ada permainan harga pasar jelang bulan ramadhan.
"Lonjakan harga yang tidak wajar perlu dicurigai. Kita mendukung pihak kepolisian melakukan tindakan tegas, karena itu sudah masuk ke ranah tindak pidana," ucap Rudianur.
Menurut Rudianur penaikan harga jelang ramadhan tidak akan terjadi, jika disperindagsar aktif melakukan sidak dan pengawasan harga.
"Kami mendorong disperdindagsar aktif turun ke lapangan. Agar penaikan harga jelang ramadhan jangan selalu menjadi tradisi," pungkas Rudianur. (NACO/B-11)








