BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Perusahaan pengolahan minyak sawit terbesar dunia, Wilmar International Ltd, berhasil membukukan kenaikan laba bersih selama kuartal I-2017 sebesar 51%.
Dalam keterangan tertulisnya yang dikutip Reuters, Kamis (11/5/2017), apiknya kinerja bisnis minyak nabati, oilseed dan benih sawit menjadi penopang utama lonjakan laba tersebut.
Di sisi lain, Wilmar mengatakan pihaknya tengah melakukan restrukturisasi internal untuk operasional di Tiongkok, dengan kemungkinan dilakukan pencatatan saham yang terpisah.
Dalam periode tiga bulan pertama tahun ini, laba bersih tercatat US$361,6 juta, dibandingkan dengan US$239,4 juta pada periode yang sama tahun lalu. Untuk laba inti, yang tak termasuk non-operasional, tumbuh sekitar 40% menjadi US$312,6 juta.
Wilmar International Limited adalah grup perusahaan agribisnis Singapura yang didirikan pada 1991. Perusahaan ini merupakan salah satu perusahaan tercatat di bursa terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar di Bursa Efek Singapura. Wilmar merupakan perusahaan holding investasi yang menyediakan jasa manajemen untuk lebih dari 400 anak perusahaannya.
Aktivitas bisnis Wilmar meliputi perkebunan kelapa sawit, penyulingan minyak masak, penggilingan oilseed, pemrosesan dan pengemasan minyak masak, oleokimia, dan biodiesel, serta pemrosesan dan pengemasan gandum. Wilmar memiliki lebih dari 450 pabrik dan jaringan distribusi di Tiongkok, India, Indonesia, dan 50 negara lainnya. (NEDELYA RAMADHANI/m)








