BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Setelah puas berbincang dengan Solen, Demang adat Desa Riam Panahan, Rombongan berangkat menuju desa selanjutnya. Kami akan menginap di Desa Lopus, salah satu desa wisata di Lamandau. Wah pasti semakin seru!

Rombongan berangkat dari Riam Panahan sekitar pukul 5.00 sore. Perjalanan ke Desa Lopus hanya membutuhkan waktu kurang lebih satu jam, dengan trek yang masih berbukit-bukit dan jalan negara yang mulus.

Di sepanjang jalan menuju Desa Lopus, kami kembali disuguhi bentang alam yang luar biasa cantik. Bukit-bukit hijau berlatar semburat jingga yang menghiasi cakrawala. Tidak akan kalian temukan di antara hiruk-pikuk kota.

Kami menikmati pemandangan sambil sesekali mengabadikan momen dari dalam mobil. Jalan yang meliuk-liuk dan turun naik menambah keseruan perjalanan Kami.

"Wah, pemandangan seperti ini tidak ada di kota! Keren!" ungkap Maita, seorang pemandu wisata di Taman nasional Tanjung Puting, bersemangat.

Matahari mulai beranjak turun saat Ipul, peserta trial trip lain yang kebetulan mengendarai mobil, menawarkan untuk mengambil foto di tepi jalan. Tentu saja saya dan peserta lain tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini. Mengabadikan potret matahari yang mulai menghilang di balik anggunnya bukit-bukit hijau tanpa nama itu. Belum tentu punya kesempatan satu tahun sekali untuk menikmatinya.

"Wow! Seperti pegunungan di Pulau Jawa! Benar-benar keren!" seru Andre, peserta trial trip saat keluar dari mobil.

"Bagi para penggemar fotografi bertema nature, perbukitan menuju Desa Lopus ini sangat cocok dijadikan spot pemotretan," tambahnya. (WAHYU WULANDARI/m)