BORNEONEWS, Sampit - Banyaknya pelajar yang terjaring razia di tempat hiburan malam (THM) cukup mengkhawatirkan masyarakat terutama orang tua pelajar. Seperti saat razia yang digelar oleh jajaran Detasemen B Pelopor Satuan Brimob Polda Kalimantan Tengah (Kalteng), Jumat (12/5/2017) malam. Mereka takut anak-anaknya yang masih mengeyam pendidikan terjerumur di dalam dunia malam tersebut.
Adanya kekhawatiran tersebut juga direspon Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) dengan mengaancam akan mencabut izin THM yang tetap nekat melayani pelajar dengan mengizinkan mereka masuk ke dalam tempat hiburan tersebut. “Ini perlu diberikan sanksi atau peringatan yang lebih berat lagi. Bahkan bisa kita cabut izinnya,” tegas Wakil Bupati (Wabup) M Taufiq Mukri kepada Borneonews, Sabtu (13/5/2017).
Ia menegaskan larangan untuk tidak mengizinkan pelajar dan anak di bawah umur masuk ke dalam kawasan THM sudah lama diberlakukan. Namun, akibat pengawasan dari pihak pengelola THM lemah, membuat para pelajar dengan leluasa masuk ke areal terlarang tersebut. Sehingga, hal itu membuat para orangtua khawatir anaknya bakal terjerumus ke dalam hal-hal yang negatif.
Sebelumnya, pihak Detasemen B Pelopor Brimob Polda Kalimantan Tengah melakukan razia di THM. Sedkitnya sekitar 70 orang pengunjung yang tidak memiliki KTP terjaring. Dan banyak diantaranya yang masih pelajar atau di bawah umur.
Dengan adanya hal itu, maka sangat memprihatinkan. Pasalnya, tidak selayaknya pelajar atau anak di bawah umur berada di THM. Tempat yang identik dengan mabuk-mabukan dan juga narkoba.
"Generasi muda harus kita selamatkan agar mereka tidak terseret arus yang bisa menyengsarakan mereka. Maka dari itu kami minta THM tidak menerima pengunjung pelajar atau anak di bawah umur,” tegas Taufiq. (MUHAMMAD HAMIM/B-8)
Nekat Izinkan Pelajar Masuk, Izin THM Akan Dicabut
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
DLH Kotim Perjuangkan Pembangunan Laboratorium Lingkungan untuk Dongkrak PAD
Bupati Kotim Ajak Perbanyak Doa Minta Hujan saat Karhutla Belum Reda
Penjual Nanas Dialihkan ke Lingkar Utara setelah Jalan Ujung Landasan Bandara H Asan Sampit Ditutup
Pembenahan Dermaga Inhutani Terkendala Aset, Dishub Kotim Rencanakan Bangun Halte Sungai Sampit-Seranau
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Warga Mulai Beradaptasi dengan Jalur Baru Setelah Jalan Tjilik Riwut Ujung Bandara Haji Asan Ditutup Permanen
Komentar (0)
Memuat komentar…







