BORNEONEWS, Palangka Raya - Wasit yang memimpin jalannya laga antara Kalteng Putra Vs tim tuan rumah PS Mojokerto di Stadion Gajahmada Mojosari, Mojokerto, Jawa Timur, Minggu (14/5/2017) sore diduga kuat tidak netral.

Banyak hal-hal aneh yang seharus tidak dilakukan wasit. Ini membuat Kalteng Putra sangat dirugikan karena dipaksa menelan kekalahan 0-2 atas PS Mojokerto.

Dua gol yang bersarang ke gawan tim kebanggaan Bumi Tambun Bungai tersebut terjadi pada menit ke 73 dan 92. Berikut hal-hal yang merugikan Kalteng Putra.

Pada babak pertama, wasit memberikan peluang bagi tim tuan rumah untuk melakukan tendangan pinalti. Padahal tidak ada pelanggaran yang terjadi. Namun kala itu tendangan Mujib berhasil dihalau oleh penjaga gawang Kalteng Putra, Galih Sudaryono.

Skor kacamata bertahan hingga turun minum. Kemudian beberapa kali pemain Kalteng Putra dilanggar lawan, tapi wasit tidak menghiraukan itu sebagai pelanggaran. Namun saat PS Mojokerto tersenggol sedikit, peluit wasit langsung berbunyi sebagai tanda itu pelanggaran.

Pada menit ke-73, Kalteng Putra kebobolan akibat sundulan pemain tuan rumah, Ricky. Waktu normal berhasil dijalani dengan baik oleh tim Kalteng Putra meski di bawah tekanan besar di kandang lawan dengan skor 0-1.

Celaka kedua untuk Kalteng Putra atas keberpihakan wasit terjadi pada menit ke-92. Tanpa ada kesalahan, wasit langsung menunjuk titik putih. Padahal bola sudah dikuasai Galih. Akibatnya Kalteng Putra kembali kebobolan dan laga bertahan dengan skor 0-2.

Manajer Tim Kalteng Putra, Tomy Irawan sangat menyesalkan kepemimpinan wasit dalam laga tersebut. "Iya sangat menyesalkan. Banyak keberpihakan wasit. Ada unsur sengaja. Nah inilah yang menjadi kendala dan merugikan bagi Kalteng Putra," katanya.

Selain dari wasit, para pendukung PS Mojokerto juga melakukan pelemparan air mineral ke arah pemain belakang Kalteng Putra. Pelemparan itu juga bahkan dilakukan ke arah offisial pemain Kalteng Putra. Tidak hanya itu, para penonton juga memasuki area lapangan.

Asisten Pelatih Kepala Kalteng Putra, Parlin Siagian mengatakan secara keseluruhan permainan Kalteng Putra cukup bagus. Hanya saja tercoreng atas kepemimpinan wasit yang tidak netral.

Menurutnya, Kalteng Putra sudah tidak melakukan penekanan dalam laga itu. Dia menilai, jika bermain menekan, bukan tidak mungkin akan lebih parah dari itu. "Yang begitu saja banyak merugikan Kalteng Putra, apalagi kami melakukan pressing atau tekanan. Bisa kartu merah semua pemain," katanya.

Sementara itu Pelatih Mojokerto Putra, Redi Suprianto hanya mengatakan kedua tim sudah sama-sama bermain bagus dan berharap bisa lebih baik dilaga lanjutan. (BUDI YULIANTO/B-6)