BORNEONEWS, Palangka Raya - Mama Erni Erlani, begitu wanita berusia 51 tahun ini biasa disapa. Sejak kematian suaminya 23 tahun lalu, ibu yang memiliki 5 anak ini mengambil profesi sebagai penjual sayur di pasar.
Bukan karena ia mau atau suka, tapi karena keadaan yang memaksanya memulai pekerjaan berat ini. Saat itu sebenarnya Mama Erni Erlani bisa saja hanya duduk di rumah menerima pensiunan suaminya yang berkerja sebagai aparatur sipil negara (ASN) di kantor Transmigrasi Provinsi Kalimantan Tengah.
Namun wanita asal Malang, Jawa Timur ini hingga Minggu (14/5/2017) tidak pernah merasakan sepeser pun uang pensiun suaminya yang telah meninggal tersebut.
"Nggak tahu juga pokoknya saya tidak pernah dapat uang pensiun suami saya. Tapi ya sudahlah, saya tidak berharap juga. Saya jualan saja mulai waktu itu, untuk sekolahkan anak-anak saya," tutur Mama Erni Erliani kepada Borneonews.co.id
Mama Erni Erliani telah merantau ke Kalimantan Tengah tepatnya Palangka Raya sejak 1982, namun hingga saat ini belum memiliki rumah. Ia tinggal menyewa.
"Masih ngontrak. Anak-anak ya sudah kerja, yang sulung sudah menikah, yang bungsu baru tahun ini sarjana. Semuanya ya berkat jualan sayur begini. Nggak apa-apalah nggak punya rumah, yang penting sekolah anak-anak beres semua," kata wanita yang sejak 5 bulan lalu berjualan sayur di trotoar simpang Kini Balu-Sanggabuana ini. (TESTI PRISCILLA/B-6)








