BORNEONEWS, Palangka Raya - Sejak lima bulan lalu, Mama Erni Erlani, seorang nenek berusia 51 tahun berjualan sayur di trotoar simpang lampu merah Kini Balu-Sanggabuana, Palangka Raya.
Mama Erni Erlani sadar betul bahwa tindakannya ini salah sehingga wanita yang memiliki 5 orang anak ini mengaku pasrah jika sewaktu-waktu akan ada petugas Satpol PP.
"Sering aja ada Satpol PP lewat, tapi mereka cuma nengok ke saya. Ya, mudah-mudahan tidak sampai ditangkap atau diusir lah. Saya baru 5 bulan jualan di sini," tutur Mama Erni Erlani kepada Borneonews.co,id, Minggu (14/5/2017).
Sebelumnya ia berjualan di bilangan Pasar Besar. Tidak melulu di satu tempat, ia berjualan juga berpindah-pindah dari satu jalan di area pasar besar ke jalan lainnya, masih di kawasan yang sama. Terakhir, ia menyewa lapak yang digunakan untuk menjual aneka sayur.
"Tapi saya 6 bulan sakit. Ternyata lapak saya itu dikasihkan ke orang lain jadi orang lain lagi yang sewa. Terpaksa saya jualan di sini. Sudah 5 bulan saya jualan di sini," tambahnya
Mama Erni Erlani sudah menikah sejak berusia 18 tahun dan memiliki 5 orang anak. Ia mengaku kelima anaknya sebenarnya tidak mengijinkan berjualan lagi.
Hal ini karena kelima anaknya telah sarjana, yang sulung menikah dan sudah memiliki dua anak, bahkan anak bungsunya juga baru saja menyelesaikan kuliahnya.
"Tapi saya senang jualan, sudah 23 tahun saya jualan jadi terbiasa jualan," katanya. (TESTI PRISCILLA/B-6)








